7 Aturan Dasar Menyiapkan MPASI Rumahan yang Wajib Ibu Ketahui

Ketika si kecil telah menginjak usia 6 bulan, saatnya mulai memberikannya MPASI lho, Mam. Makanan Pendamping ASI adalah makanan bergizi tinggi dan bertekstur lembut yang akan diberikan sebagai pengiring ASI. Tujuannya adalah untuk melatih bayi mengkonsumsi makanan padat secara perlahan. Berikut ini 7 hal dasar yang wajib Mam perhatikan dalam membuat makanan pendamping rumahan.  Yuk cek!

  1. Pilih  Bahan Bergizi Tinggi dan Mudah Dicerna

Dalam membuat MPASI, wajib hukumnya menggunakan bahan bergizi tinggi dan mudah dicerna. Sistem pencernaan bayi sedang beradaptasi dari tadinya hanya mencerna susu saja, sekarang harus mencerna makanan yang lebih padat. Pilihlah antara bahan yang bertekstur lembut seperti buah-buahan (iris atau blender) dan bubur serealia. Pada usia lebih lanjut,  dapat mulai ditambah daging yang dihaluskan.

  1. Mulakan dengan Oatmeal

Mulailah dengan memberikan oatmeal. Oatmeal cenderung tidak terlalu keras sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengenalan tekstur. Jika bayi diberi buah-buahan terlebih dahulu, ada resiko bayi tidak mau memakan makanan dengan rasa selain manis. Biasakan bayi dengan perbedaan tekstur, baru kenalkan padanya rasa.

  1. Penambahan Bahan Aditif

Untuk makanan pendamping ASI, sebaiknya batasi atau jangan sama sekali menggunakan bahan aditif. Bahan aditif yang dimaksud adalah garam, gula, penyedap rasa dan lain-lain. Kenalkan bayi dengan tekstur alami dan rasa alami terlebih dahulu. Daripada menggunakan bahan aditif, gunakan kaldu untuk menambah rasa pada bayi usia lanjut.

  1. Pengolahan

Teknik pengolahan harus diperhatikan. Walau lebih terpercaya karena dibuat oleh tangan sendiri, tapi makanan pendamping rumahan tidak mengalami proses kontrol kualitas, bukan? 

Perhatikan higienitas dan teknik memasak ya, Mam. Misal ketika menggunakan bahan yang ditebus atau dikukus, jangan terlalu lama memasaknya. Batasnya cukup ketika matang agar nutrisi tidak rusak.

  1. Cara Penyimpanan

Cara penyimpanan MPASI pun sangat penting diperhatikan, karena pada proses ini makanan dapat mengalami perubahan kimiawi. Perhatikan tempat penyimpanan agar makanan tidak cepat busuk. Awasi sumber panas. Jangan sampai makanan terpapar panas tinggi setelah disimpan di kulkas. Lebih baik dibiarkan di suhu ruang sejenak, lalu panaskan.

  1. Higienitas Alat Bahan yang Digunakan

Kadangkala makan di pinggir jalan dengan alat makan yang dicuci seadanya membuat orang dewasa bisa diare. Apalagi bayi dengan perut yang sangat sensitif. Maka perhatikan higienitas alat bahan yang digunakan untuk membuat MPASI dan untuk menyuapi anak. Lakukan  sterilisasi dengan merebus setelah mencuci secara berkala.

  1. Jadwal Pemberian

Jadwal pemberian dapat diatur sesuai usia bayi. Berikan dalam rentang tiga kali sehari. Dalam proses pemberian makanan pendamping, jangan lupa untuk tetap menyusui si kecil ya, Mam.

Berikut 7 hal dasar yang wajib diperhatikan ketika membuat makanan pendamping rumahan. Selamat memasak, Mam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *